Minggu, 19 Februari 2017

Materi Matematika kelas 9 semester 1 dan 2

angkuman Materi Pelajaran Matematika Kelas 9 SMP

BAB 1 KESEBANGUNAN

  1. Dua bangun yang bentuk dan ukurannya sama dinamakan dua bangun yang kongruen.
  2. Dua bangun datar yang sebangun (selain lingkaran) selalu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    1. sisi-sisi yang seletak atau bersesuaian adalah sebanding, artinya perbandingan panjang sisi-sisi itu sama,
    2. sudut-sudut yang seletak atau bersesuaian adalah sama besar.
  3. Dua segitiga akan kongruen jika memenuhi salah satu syarat berikut ini.
    1. Ketiga sisi pada segitiga pertama sama panjang dengan ketiga sisi pada segitiga kedua (s, s, s)
    2. Dua sisi pada segitiga pertama sama dengan dua sisi pada segitiga kedua, dan kedua sudut apitnya sama (s, sd, s)
    3. Dua sudut dalam segitiga pertama sama dengan dua sudut dalam segitiga kedua. Sisi yang menjadi salah satu kaki sudut-sudut itu sama (sd, s, sd).
  4. Dua segitiga akan sebangun jika memenuhi salah satu syarat berikut ini.
    1. Sisi-sisi yang seletak atau bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama (s,s, s).
    2. Dua buah sudutnya sama besar (sd, sd).
    3. Kedua segitiga itu memiliki satu sudut sama besar dan kedua sisi yang mengapitnya mempunyai perbandingan yang sama (s, sd, s).

BAB 2 BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

  1. Tabung adalah suatu bangun yang dibatasi oleh dua bidang sisi yang sejajar dan kongruen berbentuk lingkaran serta bidang sisi tegak berbentuk selongsong yang disebut selubung.Luas permukaan tabung
    Luas permukaan tabung =  2 × luas alas × tinggi = 2πr (r+r)
    Volume tabung  =  luas alas × tinggi = πr2 t
  2. Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang sisi alas yang berbentuk lingkaran dan bidang sisi lain yang disebut selimut kerucut.Luas permukaan kerucut
    Luas permukaan kerucut  =  luas alas + luas selimut = 2πr(r+t)
  3. Bola adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang lengkung.Luas permukaan bola
    Luas permukaan bola = 2πr2
    Volume bola = \frac {4}{3}πr3

BAB 3 PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA

  1. Statistika merupakan ilmu yang mempelajari metode pengumpulan, pengolahan, dan penarikan kesimpulan dari data.
  2. Populasi adalah kumpulan objek yang menjadi sasaran penelitian dan memiliki karakteristik yang sama.
  3. Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti secara langsung dan dapat digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
  4. Data tunggal merupakan datum-datum yang memiliki satuan yang sama. Data tunggal dibagi dua, yaitu data tunggal biasa dan data tunggal berbobot.
    1. Data tunggal biasa adalah data tunggal yang disajikan tanpa menggunakan tabel frekuensi.
    2. Data tunggal berbobot adalah data tunggal yang disajikan menggunakan tabel frekuensi.
  5. Jangkauan adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil dalam satu kelompok nilai.

BAB 4 PELUANG

  1. Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan dan titik sampel adalah setiap anggota ruang sampel. Ruang sampel dapat disusun menggunakan diagram pohon dan tabel.
  2. Peluang kejadian A dirumuskan sebagai:
    P(A) = \frac{n(A)}{n(S)}
    dengan P(A) menyatakan peluang kejadian A, n(A) menyatakan banyak kejadian acak A, dan n(S) menyatakan banyak titik sampel yang mungkin.
  3. Peluang kejadian bukan A (P(\bar {A}))dirumuskan sebagai:
    P(\bar {A}) = 1 – P(A)
  4. Batas-batas nilai peluang kejadian A dituliskan sebagai:
    0 ≤ P (A) ≤ 1
    dengan P (A) = 0 menyatakan peluang kemustahilan dan P(A) = 1 menyatakan peluang kepastian.
  5. Frekuensi harapan kejadian A dinotasikan sebagai E(A) dan dirumuskan sebagai:
    E(A) = P(A) × N
    dengan N adalah banyak percobaan yang dilakukan.

BAB 5 BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR

BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR

BAB  6 BARISAN DAN DERET

  1. Barisan bilangan (dituliskan U1, U2, U3, . . . , Un) adalah sekumpulan bilangan yang tersusun menurut pola tertentu dan setiap unsur bilangan yang tersusun itu disebut suku barisan.
  2. Deret bilangan adalah jumlah dari barisan bilangan.
    Dituliskan Sn = U1 + U2 + U2 + . . . + Un
  3. Barisan aritmetika
    U1, U2, U3, . . . , Un–1, Un disebut barisan aritmetika jika U2 – U1 = U3 – U2  = Un – Un-1 = b
    Suku  ke-n barisan aritmetika adalah a, (a + b), (a + 2b), . . . ,  [a + (n – 1) b].
  4. Deret aritmetika
    a + (a + b) + (a + 2b) + . . .  + (a + (n – 1) b) disebut . . . aritmetika.
    Rumus jumlah n suku adalah  Sn\frac {n}{2} (a + U) = . . . .
    Selain itu berlaku hubungan Un = Sn – Sn-1
  5. Barisan geometri
    U1, U2, U3,…,Un-1, Un disebut barisan geometri jika r = \frac {U_2}{U_1}=\frac {U_3}{U_2}=...=\frac {U_n}{U_{n-1}}
    Suku ke-n barisan geometri adalah a, ar, ar2,…,arn-1
    Rumus suku ke-n adalah  Un = . . . .
    a = . . . .
    r = . . . .
    n = . . . .
    Barisan geometri akan naik jika Un . . . Un–1 turun jika Un . . . Un-1 dan bergantian turun naik jika r < 0.
  6. Deret geometri
    a + ar2 + ar3 + . . . + arn-1  disebut deret geometri.
    Rumus jumlah n suku adalah
    Sn = \frac {a(...^{n-1})}{r-1}, jika r . . . 1
    Sn = \frac {a(...-...^{n})}{1-r}, jika r . . . 1
    Selain itu berlaku hubungan Un = Sn – Sn-1

Semoga dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Matematika kelas 9 SMP secara lengkap seperti diatas dapat memudahkan kita mempelajari Matematika di kelas 9 SMP

                                                          ATAU 

 

Ringkasan Materi Matematika Kelas 9 Semester 1

05.40
Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
* Bilangan Berpangkat
Pangkat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan secara berulang dengan bilangan itu sendiri.

 * Sifat sifat bilangan berpangkat
Sifat sifat bilangan berpangkat
Contoh :
Contoh soal perpangkatan

 * Akar 
Merasionalkan bentuk akar
 Contoh :
Contoh soal merasionalkan akar

Pola, Baris, Deret
*Pola
Pola bilangan dapat diartikan sebagai susunan bilangan yang memiliki keteraturan.
Dalam matematika dikenal beberapa jenis pola bilangan antara lain :
1. Pola bilangan ganjil adalah 1, 3, 5, 7..... 
Rumus urutan ke n : 2n-1
2. Pola bilangan genap adalah 2, 4, 6, 8.....
Rumus urutan ke n : 2n
Jumlah dari n bilangan genap pertama adalah n(n+1) 
3. Pola bilangan segitiga adalah 1, 3, 6, 10....
Rumus urutan ke n : n(n+1)
                                      2

Pola segitiga
4. Pola bilangan persegi adalah 1, 4, 9, 16....
Rumus urutan ke n : n2
Pola persegi
5. Pola bilangan persegi panjang adalah 2, 6, 12, 20....
Rumus urutan ke n : n(n+1)
Pola persegi panjang
 6. Pola bilangan segitiga pascal
Rumus jumlah bilangan baris n : 2n-1
Pola segitiga pascal
 *Baris
Rumus suku ke n : Un = b . n + ..... atau Un = b . n - .....
a. Barisan aritmatika
Rumus beda deret baru : b1 =    b    
                                                  k+1

Rumus pada barisan aritmatika
  Contoh :
Contoh soal
* Deret
Deret Geometri adalah deret dengan rasio antar 2 suku yang berurutan selalu tetap.





                         Rumus jumlah n =>




  <= Rumus rasio deret baru

  


Contoh :
Contoh soal geometri
  
Perbandingan Bertingkat
Perbandingan adalah membandingkan dua nilai atau lebih dai suatu besaran yang sejenis dan dinyatakan dengan cara sederhana.
* Perbandingan senilai/seharga
Adalah perbandingan dua besaran dimana jika suatu besaran makin besar maka besaran lain juga semakin besar atau sebaliknya.
Rumus :
 Contoh :


* Perbandingan berbalik nilai atau harga
Adalah perbandingan dua besaran, dimana jika suatu besaran makin besar maka besaran yang lain akan semakin kecil atau sebaliknya.






Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.


Diagram Garis

Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. Sumbu  -X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis.


Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagianbagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran.


Diagram Batang

Diagram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batangbatang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.
Contoh soal-X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis.
Grafik atau Diagram.


1. Penyajian Data dalam Bentuk Tabel

Misalkan, hasil ulangan Bahasa Indonesia 37 siswa kelas XI SMA 3 disajikan dalam tabel di samping. Penyajian data pada Tabel 1.1 dinamakan penyajian data sederhana. Dari tabel 1.1, Anda dapat menentukan banyak siswa yang mendapat nilai 9, yaitu sebanyak 7 orang. Berapa orang siswa yang mendapat nilai 5? Nilai berapakah yang paling banyak diperoleh siswa? Jika data hasil ulangan bahasa Indonesia itu disajikan dengan cara mengelompokkan data nilai siswa, diperoleh tabel frekuensi berkelompok seperti pada Tabel 1.2. Tabel 1.2 dinamakan Tabel Distribusi Frekuensi.


2. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram

Kerapkali data yang disajikan dalam bentuk tabel sulit untuk dipahami. Lain halnya jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram maka Anda akan dapat lebih cepat memahami data itu. Diagram adalah gambar yang menyajikan data secara visual yang biasanya berasal dari tabel yang telah dibuat. Meskipun demikian, diagram masih memiliki kelemahan, yaitu pada umumnya diagram tidak dapat memberikan gambaran yang lebih detail.


a. Diagram Batang

Diagram batang biasanya digunakan untuk menggambarkan data diskrit (data cacahan). Diagram batang adalah bentuk penyajian data statistik dalam bentuk batang yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius. Ada dua jenis diagram batang, yaitu
1) diagram batang vertikal, dan
2) diagram batang horizontal.


b. Diagram Garis


Pernahkah Anda melihat grafik nilai tukar dolar terhadap rupiah atau pergerakan saham di TV? Grafik yang seperti itu disebut diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan data tentang m keadaan yang berkesinambungan (sekumpulan data kontinu). Misalnya, jumlah penduduk setiap tahun, perkembangan berat badan bayi setiap bulan, dan suhu badan pasien setiap jam.Seperti halnya diagram batang, diagram garis pun memerlukan sistem sumbu datar (horizontal) dan sumbu tegak (vertikal) yang saling berpotongan tegak lurus. Sumbu mendatar biasanya menyatakan jenis data, misalnya waktu dan berat  


Adapun sumbu tegaknya menyatakan frekuensi data. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat diagram garis adalah sebagai berikut.
1) Buatlah suatu koordinat (berbentuk bilangan) dengan sumbu mendatar menunjukkan waktu dan sumbu tegak menunjukkan data pengamatan.
2) Gambarlah titik koordinat yang menunjukkan data pengamatan pada waktu t.
3) Secara berurutan sesuai dengan waktu, hubungkan titiktitik koordinat tersebut dengan garis lurus.


c. Diagram Lingkaran

Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data statistika dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi beberapa juring lingkaran. Langkah-langkah untuk membuat diagram lingkaran adalah sebagai berikut.
1. Buatlah sebuah lingkaran pada kertas.
2. Bagilah lingkaran tersebut menjadi beberapa juring lingkaran untuk menggambarkan kategori yang datanya telah diubah ke dalam derajat.
3. Tabel Distribusi Frekuensi, Frekuensi Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive

a. Tabel Distribusi Frekuensi
Data yang berukuran besar (n > 30) lebih tepat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, yaitu cara penyajian data yang datanya disusun dalam kelas-kelas tertentu. Langkah-langkah penyusunan tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut.
• Langkah ke-2 menentukan banyak interval (K) dengan rumus "Sturgess" yaitu: K= 1 + 3,3 log n dengan n adalah banyak data. Banyak kelas harus merupakan bilangan bulat positif hasil pembulatan.
• Langkah ke-3 menentukan panjang interval kelas (I) dengan menggunakan rumus:
• Langkah ke-4 menentukan batas-batas kelas. Data terkecil harus merupakan batas bawah interval kelas pertama atau data terbesar adalah batas atas interval kelas terakhir. • Langkah ke-5 memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dan menentukan nilai frekuensi setiap kelas dengan sistem turus. • Menuliskan turus-turus dalambilangan yang bersesuaian dengan banyak turus.

b. Frekuensi Relatif dan Kumulatif
Frekuensi yang dimiliki setiap kelas pada tabel distribusi frekuensi bersifat mutlak. Adapun frekuensi relatif dari suatu data adalah dengan membandingkan frekuensi pada interval kelas itu dengan banyak data dinyatakan dalam persen. Contoh: interval frekuensi kelas adalah 20. Total data seluruh interval kelas = 80 maka frekuensi relatif kelas ini adalah
Frekuensi relatif dirumuskan sebagai berikut.
Frekuensi kumulatif kelas ke-k adalah jumlah frekuensi pada kelas yang dimaksud dengan frekuensi kelas-kelas sebelumnya. Ada dua macam frekuensi kumulatif, yaitu
1) frekuensi kumulatif "kurang dari" ("kurang dari" diambil terhadap tepi atas kelas)
2) frekuensi kumulatif "lebih dari" ("lebih dari" diambil terhadap tepi bawah kelas).

c. Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram merupakan diagram frekuensi bertangga yang bentuknya seperti diagram batang. Batang yang berdekatan harus berimpit. Untuk pembuatan histogram, pada setiap interval kelas diperlukan tepi-tepi kelas. Tepi-tepi kelas ini digunakan unntuk menentukan titik tengah kelas yang dapat ditulis sebagai berikut.
Poligon frekuensi dapat dibuat dengan menghubungkan titik-titik tengah setiap puncak persegipanjang dari histogram secara berurutan. Agar poligon "tertutup" maka sebelum kelas paling bawah dan setelah kelas paling atas, masing-masing ditambah satu kelas.

d. Ogive (Ogif)
Grafik yang menunjukkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari dinamakan poligon kumulatif. Untuk populasi yang besar, poligon mempunyai banyak ruas garis patah yang menyerupai kurva sehingga poligon frekuensi kumulatif dibuat mulus, yang hasilnya disebut ogif. Ada dua macam ogif, yaitu sebagai berikut.
a. Ogif dari frekuensi kumulatif kurang dari disebut ogif positif.
b. Ogif dari frekuensi kumulatif lebih dari disebut ogif negatif.
simpangan, dan ragam 
1. Rumus Rataan Hitung (Mean) 
Rata-rata hitung dihitung dengan cara membagi jumlah nilai data dengan banyaknya data. Rata-rata hitung bisa juga disebut mean.
a) Rumus Rataan Hitung dari Data Tunggal 

b) Rumus Rataan Hitung Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi

Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = data ke-i
c) Rumus Rataan Hitung Gabungan
2. Rumus Modus
a. Data yang belum dikelompokkan
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
b. Data yang telah dikelompokkan
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:

Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
3. Rumus Median (Nilai Tengah)
a) Data yang belum dikelompokkan
Untuk mencari median, data harus dikelompokan terlebih dahulu dari yang terkecil sampai yang terbesar. 

b) Data yang Dikelompokkan

Dengan : Qj = Kuartil ke-j
j = 1, 2, 3
i = Interval kelas
Lj = Tepi bawah kelas Qj
fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas Qj
f = Frekuensi kelas Qj
n = Banyak data
4. Rumus Jangkauan ( J )
Selisih antara nilai data terbesar dengan nilai data terkecil.
5. Rumus Simpangan Quartil (Qd)
6. Rumus Simpangan baku ( S ) 

7. Rumus Simpangan rata – rata (SR) 

8. Rumus Ragam (R)


Uji Kompetensi  1
A.pilihlah jawaban yang tepat
1.Suatu data dimasukkan ke dalam kelas interval 2,3-         3,1.Tepi atas kelas  interval tersebut………..
a. 2,25
b. 2,3
c. 2,35
d.3,05
e. 3,15
2.Titik tengah kelas interval 6.5-7.2 adalah………………
a. 6,45
b. 6,65
c. 6,8
d. 6,85
e. 7,25
3.Diagram lingkaran berikut menunjukkan mata pelajaran yang disukai di kelas XA yang berjumlah 36 siswa.
                                                                                                                                                       
Symbol yang digunakan adalah M untuk matematika(900),F untuk fisika(200),B untuk biologi(…),K untuk kimia(800),I untuk bahasa Indonesia(1000).Banyak siswa yang menyukai mata pelajaran biologi ………oreang
a.       6
b.      7
c.       9
d.      11
e.      12








PENYELESAIAN.
A.Pilihan Ganda
1.Kelas interval 2,3-3,1
Tepi atas kelas=3,1+0,05=3,15(e)
2.kelas interval 6,5-7,2
Titik tengahnya= (6,5+7,2)=6,85(d)
3.B=3600-(900+200+800+1000)=700
  B=  70/360x36=7 orang(b)
 
 
 
 
 

MATERI MATEMATIKA KELAS 9 SMP/MTSn Bab 4 : Peluang

Teori peluang muncul dari inspirasi para penjudi yang berusaha mencari informasi bagaimana kesempatan mereka untuk memenangkan suatu permainan judi.  Girolamo Cardano (1501-1576), seorang penjudi dan fisikawan adalah orang pertama yang menuliskan analisis matematika dari masalah-masalah dalam permainan judi. Adapun ilmu hitung peluang yang dikenal dewasa ini dikemukakan oleh tiga orang Prancis, yaitu bangsawan kaya Chevalier de Mere dan dua ahli matematika, yaitu Blaise Pascal dan Pierre de Fermat.

Walapun teori peluang awalnya lahir dari masalah peluang memenangkan permainan judi, tetapi teori ini segera menjadi cabang matematika yang digunanakan sacara luas. Teori ini meluas penggunaannya dalam bisnis, meteorology, sains, dan industri. Misalnya perusahaan asuransi jiwa menggunakan peluang untuk menaksir berapa lama seseorang mungkin hidup; dokter menggunakan peluang untuk memprediksi kesuksesan sebuah pengobatan; ahli meteorologi menggunakan peluang untuk kondisi-kondisi cuaca; peluang juga digunanakan untuk memprediksi hasil-hasil sebelum pemilihan umum; peluang juga digunakan PLN untuk merencanakan pengembangan sistem pembangkit listrik dalam menghadapi perkembangan beban listrik di masa depan, dan lain-lain.lebih lanjut klik disini

Adapun materi peluang yang akan dibahas pada tulisan ini akan dibatasi pada masalah:
A)    Percobaan, ruang sampel, dan kejadian
B)    Peluang suatu kejadian
C)    Peluang percobaan kompleks
D)    Peluang Kejadian Majemuk

A) Percobaan, Ruang Sampel, dan Kejadian
Percobaan adalah: suatu kegiatan yang dapat diulang dengan keadaan yang sama untuk menghasilkan sesuatu.
Ruang Sampel adalah : Himpunan dari semua hasil yang mungkin dari suatu kejadian (percobaan)
Titik Sampel adalah : Anggota-anggota dari ruang sampel 
Kejadian atau Peristiwa adalah himpunan bagian dari ruang sampel.

Contoh :
  1. Misalkan sebuah dadu bermata enam dilemparkan satu kali maka tentukan!
  2. Hasil yang mungkin muncul
  3. Ruang Sampel
  4. Titik sampel
  5. Banyaknya kejadian mata dadu ganjil
  6. Banyaknya kejadian mata dadu kurang dari 3


Jawab:
  1. Hasil yang mungkin muncul adalah mata dadu 1, 2, 3, 4, 5, atau 6
  2. Ruang sampel atau S = {1,2,3,4,5,6}
  3. Titik sampel sama dengan hasil yang mungkin yaitu mata dadu 1,2,3,4,5 dan 6
  1. Misalkan A adalah kejadian mata dadu ganjil
Kejadian A={1,3,5}
Banyaknya kejadian mata dadu ganjil adalah  n(A) =3
  1. Misalkan B adalah Kejadian mata dadu kurang dari 3
Kejadian B={1,2}
Banyaknya kejadian mata dadu kurang dari 3 adalah n(B)=2
  1. Sebuah mata uang logam dilambungkan satu kali, tentukan!
  2. Ruang sampel
  3. Kejadian munculnya angka
  4. Banyaknya ruang Sampel
  5. Banyaknya kejadian muncul angka


Jawab:
Sebuah mata uang mempunyai dua sisi yaitu Angka (A) dan Gambar(G).
  1. Ruang Sampelnya adalah S={A, G}
  2. Kejadian munculnya angka adalah {A}
  3. Kejadian munculnya gambar adalah {G}
  4. Banyaknya ruang sampel, n(S)=2 yaitu {A} dan {G}
  5. Banyaknya kejadian muncul angka, n(Angka)=1 atau n(A)=1
  1. Dua buah mata uang logam dilemparkan bersama-sama, tentukan!
  1. Ruang sampelnya                   c. Banyaknya kejadian keduanya gambar.
  2. Banyaknya Ruang Sampel
Jawab:
  1. Ruang sampelnya
Mata Uang II
A
G
Mata Uang I
A
AA
AG
G
GA
GG
Ruang Sampelnya : {AA,GA,AG,GG}
  1. Banyaknya ruang sampel, n(S)=4
  2. Misalkan B adalah kejadian keduanya gambar.
Kejadian B = {GG}
Maka bayaknya kejadian keduanya gambar, n(B) = 1
  1. Dua buah dadu dilambungkan bersama-sama. Tentukan:
  1. Ruang sampelnya
  2. Banyaknya Ruang Sampel
  3. Banyaknya kejadian mata dadu 4 pada dadu pertama.
  4. Banyaknya kejadian mata dadu 5 pada dadu kedua.
Jawab:
Karena ada dua buah dadu maka kita buat tabel berikut:
  1. Ruang sampel
Karena ada dua buah dadu maka kita buat tabel berikut:
DADU II
1
2
3
4
5
6
DADU I
1
(1,1)
(1,2)
(1,3)
(1,4)
(1,5)
(1,6)
2
(2,1)
(2,2)
(2,3)
(2,4)
(2,5)
(2,6)
3
(3,1)
(3,2)
(3,3)
(3,4)
(3,5)
(3,6)
4
(4,1)
(4,2)
(4,3)
(4,4)
(4,5)
(4,6)
5
(5,1)
(5,2)
(5,3)
(5,4)
(5,5)
(5,6)
6
(6,1)
(6,2)
(5,3)
(6,4)
(6,5)
(6,6)
S={(1,1),(1,2),(1,3),   …  (6,4),(6,5),(6,6)}
  1. Banyaknya Ruang sampel, n(S)= 36.
  2. Misalkan A adalah  kejadian munculnya mata dadu 4 pada dadu pertama.
Kejadian A = {(4,1),(4,2), (4,3),(4,4),(4,5),(4,6)}
Banyaknya kejadian mata dadu 4 pada dadu pertama, n(A)=4
  1. Misalkan B adalah  kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu kedua.
Kejadian B = {(1,5),(2,5), (3,5),(4,5),(5,5),(6,5)}
Banyaknya kejadian mata dadu 5 pada dadu kedua, n(B)=4

Soal Latihan

  1. Dari satu set kartu Bridge, diambil dua kartu secara acak.  Tentukan !
    1. Banyaknya Ruang sampel,       b. Bayaknya kejadian keduanya kelor(¨).
  2. Dua buah dadu dilambungkan bersama-sama. Tentukan
    1. Banyaknya kejadian  muncul mata dadu yang berjumlah 7
    2. Banyaknya kejadian muncul mata dadu 2 pada dadu I
    3. Banyaknya kejadian muncul mata dadu 6 pada dadu II
  3. Setumpuk kartu yang bernomor 1 sampai 12. Tentukan!
  4. Ruang Sampel
  5. Banyaknya Ruang Sampel
  6. Kejadian kartu kelipatan 3
  7. Banyaknya kartu kelipatan 3
  8. Dari satu set kartu bridge, diambil dua buah kartu. Tentukan!
    1. Kejadian terambil keduanya kartu bergambar orang. (J,Q,K)
    2. Banyaknya Kejadian terambil keduanya kartu bergambar orang. (J,Q,K)
  9. Tiga mata uang logam dilemparkan bersama-sama. Tentukan!
    1. Banyaknya Ruang Sampel
    2. Kejadian mendapatkan dua gambar.
    3. Banyaknya kejadian mendapatkan dua gambar.
  10. Sebuah kantong berisi 4 kelereng merah, 2 kelereng biru, dan 3 kelereng putih. Satu kelereng diambil secara acak. Tentukan!
    1. Banyaknya Ruang Sampel
    2. Banyaknya kejadian mendapatkan kelereng berwarna biru.
  11. Sebuah kotak berisi 9 bola pingpong yang diberi warna yaitu 4 warna hitam, 3 warna putih dan 2 warna kuning. Diambil 3 bola secara acak.Tentukan !
    1. Banyaknya Ruang Sampel
    2. Banyaknya kejadian terambilnya bola warna hitam semua.
    3. Banyaknya kejadian terambilnya 2 bola warna putih, dan 1 warna kuning
    4. Banyaknya kejadian terambilnya 1 bola hitam, 1 bola putih, 1 bola kuning.


B) Peluang suatu kejadian
  1. a. Peluang suatu Kejadian
Kejadian atau Peristiwa adalah Himpunan bagian dari ruang sampel.
Peluang suatu kejadian adalah Banyaknya kejadian dibagi dengan banyaknya ruang sampel.
Misalkan P(A) adalah Peluang Kejadian A, dan S adalah Ruang sampel.
Maka
P(A)     : Peluang kejadian A
n(A)     : Banyaknya anggota dalam kejadian A
n(S)      : Banyaknya anggota ruang Sampel
  1. b. Kisaran Nilai Peluang
Kisaran Nilai Peluang K adalah :
0£P(K) £1
P(K)=0 disebut Peluang Kejadian K adalah nol atau Kemustahilan
P(K)=1 disebut Peluang Kejadian K adalah 1 atau Pasti terjadi / Kepastian

Contoh:

Sebuah dadu dilambungkan satu kali. Tentukan peluang

  1. Munculnya mata dadu ganjil  b. Munculnya mata dadu kurang dari 3
Jawab:
n(S)=6
  1. Misalkan A adalah Kejadian Ganjil
Kejadian A={1,3,5}, n(A) =3
Maka Peluang munculnya mata dadu ganjil adalah
= 3/6=1/2
  1. Misalkan B adalah Kejadian mata dadu kurang dari 3
Kejadian B={1,2}, n(B)=3
Maka peluang munculnya mata dadu kurang dari 3 adalah
= 3/6=1/2
  1. Dua buah mata uang logam dilemparkan ke atas bersama-sama, tentukan!
  1. Peluang munculnya satu gambar       b. Peluang muncul keduanya gambar
Jawab:
n(S) = 4
  1. Misalkan A adalah  kejadian satu gambar.
Kejadian A = {GA , AG}, n(A) = 2
Maka peluang kejadian satu gambar:
=2/4 =1/2
  1. Misalkan B adalah kejadian keduanya gambar.
Kejadian B = {GG}, n(B) = 1
Maka peluang kejadian keduanya gambar:
=1/4
  1. Dua buah dadu dilambungkan ke atas bersama-sama. Tentukan peluang munculnya mata dadu 4 pada dadu pertama dan mata dadu 5 pada dadu kedua
Jawab:
Misalkan A adalah Kejadian munculnya angka  mata dadu 4 pada dadu I.
Dan Kejadian  B adalah kejadian munculnya angka  mata dadu 5 pada dadu II.
n(S)=36
Karena ada dua buah dadu maka kita buat tabel berikut:
DADU II
1
2
3
4
5
6
DADU I
1
(1,1)
(1,2)
(1,3)
(1,4)
(1,5)
(1,6)
2
(2,1)
(2,2)
(2,3)
(2,4)
(2,5)
(2,6)
3
(3,1)
(3,2)
(3,3)
(3,4)
(3,5)
(3,6)
4
(4,1)
(4,2)
(4,3)
(4,4)
(4,5)
(4,6)
5
(5,1)
(5,2)
(5,3)
(5,4)
(5,5)
(5,6)
6
(6,1)
(6,2)
(5,3)
(6,4)
(6,5)
(6,6)
Kejadian A dan B adalah : {(4,5)}
Peluang munculnya adalah
  1. Sebuah dadu bermata enam dilemparkan ke atas satu kali maka tentukan peluang munculnya mata dadu 9.
Jawab :
Mustahil terjadi, P=0 (Kemustahilan)
  1. Tentukan peluang matahari akan terbit dari timur pagi hari.
Jawab:
Terbitnya matahari dari timur bukan sebuah percobaan. (Pasti)

Soal Latihan

  1. Dua buah mata uang logam dilemparkan ke atas bersama-sama, tentukan!
  2. Dari satu set kartu Bridge, diambil dua kartu secara acak. Berapa peluang terambil keduanya kelor (¨)?
  3. Dua buah dadu dilambungkan ke atas bersama-sama. Tentukan peluang :
    1. Munculnya mata dadu yang berjumlah 7
    2. Munculnya mata dadu 2 pada dadu I
    3. Munculnya mata dadu 6 pada dadu II
  4. Setumpuk kartu yang bernomor 1 sampai 12. Tentukan peluang terambilnya kartu kelipatan 3
  5. Dua buah dadu dilambungkan ke atas bersama-sama. Tentukan peluang muncul keduanya berjumlah kurang dari 8
  6. Dari satu set kartu bridge, diambil dua buah kartu. Tentukan peluang terambil keduanya kartu bergambar orang. (J,Q,K)
  7. Tiga mata uang logam dilemparkan bersama-sama. Tentukan peluang mendapatkan dua gambar dan satu angka.
  8. Sebuah kantong berisi 4 kelereng merah, 2 kelereng biru, dan 3 kelereng putih. Satu kelereng diambil secara acak. Tentukan peluang mendapatkan kelereng berwarna biru!
  9. Sebuah kotak berisi 9 bola pingpong yang diberi warna yaitu 4 warna hitam, 3 warna putih dan 2 warna kuning. Diambil 3 bola secara acak. Tentukan Peluang!
    1. Terambilnya bola warna hitam semua,
    2. Terambilnya 2 warna putih dan 1 warna kuning,
    3. Terambilnya 1 hitam, 1 putih dan 1 kuning.
  1. Peluang munculnya satu angka
  2. Peluang muncul keduanya angka
Menentukan frekuensi harapan suatu kejadian

Ringkasan materi

Frekuensi harapan suatu peristiwa pada suatu percobaan yang dilakukan sebanyak n kali adalah Hasil kali peluang peristiwa itu dengan n.
fh = n x P(A) 

Contoh:

  1. Sebuah mata uang logam dilemparkan 50 kali. Tentukan frekuensi harapan munculnya angka
Jawab:
Misalkan A adalah kejadian munculnya angka pada mata uang.
Ruang Sampel , S={A,G},n(S)=2
Kejadian A={A},n(A)=1,
P(A)=1/2
Maka frekuensi harapan munculnya angka adalah
fh(A)=1/2 x 50 = 25 kali
  1. Sebuah dadu dilambungkan 30 kali. Tentukan frekuensi harapan munculnya mata dadu prima.
Jawab:
Misalkan B adalah kejadian munculnya mata dadu Prima.
Ruang Sampel adalah S={1,2,3,4,5,6},n(S)=6
Kejadian B adalah B={2,3,5}, n(B)=3,
P(B) = 3/6 =1/2
Maka frekuensi harapan munculnya mata dadu prima adalah
fh(B) = 1/2 x 30 = 15 kali
  1. Peluang seseorang akan terjangkit penyakit virus AIDS-HIV di Indonesia pada tahun 2005 adalah 0,00032. Diantara 230 juta penduduk Indonesia, berapa kira-kira yang terjangkit virus tersebut pada tahun 2005?
Jawab:
Misalkan C adalah kejadian terjangkitnya seseorang oleh virus AIDS-HIV
P(C) =0,00032
Maka fh(C) = 0,00032 x 230.000.000 = 73.600 orang

Soal Latihan

  1. Sebuah uang koin dilambungkan 600 kali. Tentukan frekuensi harapan munculnya gambar
  2. Peluang Grup A akan memenangkan pertandingan volly terhadap grup B adalah . Berapa frekuensi harapan grup A akan menang jika pertandingan tersebut direncanakan 12 kali.
  3. Dalam suatu kotak terdapat 4 bola merah dan 2 bola putih. Diambil secara acak dua bola. Jika percobaan ini dilakukan 10 kali, tentukan frekuensi harapan terambilnya dua bola merah!
  4. Pada bulan April 2004 (jumlah hari ada 30) peluang akan turun hujan untuk satu hari menurut perkiraan cuaca adalah 0,2. Berapa kali hujan yang diharapkan terjadi pada bulan tersebut.
  5. Peluang bola lampu akan rusak dalam sebuah peti lampu adalah 0,11. Berapa banyak lampu yang akan rusak dalam peti tersebut jika terdapat 205 bola lampu?
  6. Dua buah dadu dilambungkan 120 kali. Berapa frekuensi harapan munculnya mata dadu yang kembar (mata dadu sama).
Menentukan Peluang Komplemen Suatu Kejadian

Ringkasan Materi

Komplemen dari kejadian A ditulis Ac adalah kejadian bukan A.
Peluang kejadian bukan A dirumuskan :

Contoh:

  1. Sebuah dadu dilambungkan ke atas satu kali. Jika kejadian A adalah munculnya mata dadu genap, maka tentukan kejadian bukan A
Jawab:
Ruang Sampel adalah S = {1,2,3,4,5,6}, n(S)=6
Kejadian A adalah A={2,4,6}, n(A)=3
Kejadian Bukan A adalah Ac = {1,3,5}      ,karena A dan Ac ÎS
  1. Dari seperangkat kartu Bridge, diambil secara acak sebuah kartu. Tentukan peluang terambilnya
    1. Bukan kartu Ace
    2. Bukan kartu berwarna merah
Jawab:
  1. Banyaknya ruang sampel n(S) =52
Misalkan A adalah kejadian terambilnya kartu Ace.
n(Ace) = n(A) = 4
Peluang terambilnya Ace, P(A)=4/52 =1/13
Maka peluang bukan Ace, P(Ac) = 1 – 1/13 = 12/13
  1. Misalkan B adalah kejadian terambilnya kartu berwarna merah.
n(Merah) = n(B) = 26        (ada 26 berwarna merah)
Banyaknya ruang sampel n(S) =52
Peluang terambilnya kartu merah , P(B)= = =
Maka peluang terambilnya bukan kartu berwarna merah, P(Bc) = 1 – =

Materi Seni budaya Kelas 9 semester 1 dan 2

Ringkasan Materi Seni Budaya Kelas 9 Semester 1 (Bab 1-2)


Bab 1 :  Seni Lukis
A. Pengertian Seni Lukis dan Gaya Lukisan
1. Pengertian Seni Lukis
a. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertantu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh.
b. Secara umum seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan pada tema, corak/gaya, teknik/bahan dan bentuk karya seni tersebut.
2. Aliran Gaya Lukisan   
Aliran atau gaya adalah ciri khas, tema dan teknik yang ada dalam karya lukisan. Ada 3 aliran dalam seni lukis, yaitu :
a. Representatif
Merupakan perwujudan gaya seni rupa yang menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat dan gaya alam. Aliran ini dibagi menjadi 3 :

  • Naturalisme, yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam. Pelukis yang beraliran naturalisme adalah Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Mas Pringadi, Wakidi, Claude, Rubens, Constabel dan Indra Rukmana.
    Naturalisme
  • Realisme, yaitu aliran yang memandang dunia ini tanpa menambah dan mengurangi objek, penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Pelukis yang termasuk aliran ini adalah Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S.Sudjojono, Dullah dan Herry Soedjarwato.
    Realisme
  • Romantisme, yaitu aliran seni lukis yang lebih bersifat imajiner yang melukiskan cerita romantis, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang dramatis. Pelukis yang termasuk aliran ini adalah Raden Saleh, Fransisco Goya dan Turner.
    Romantisme
b. Deformatif
Deformatif di sini adalah perubahan bentuk dari aslinya sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Yang termasuk aliran deformatif :
  • Ekspresionisme, yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya.
    Ekspresionisme
  • Impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Perupa yang termasuk dalam aliran ini adalah Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin dan S.Sudjojono.
    Impresionisme
  • Surialisme, yaitu aliran yang menyerupai bentuk bentuk yang sering di dalam mimpi. Pelukis yang termasuk aliran ini adalah Salvador Dali.
    Surialisme
  • Kubisme, yaitu aliran yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasarnya kubus. Pelukis yang termasuk dalam aliran ini adalah Pablo Picasso, But Mochtar, Srihadi, Fajar Sidik dan Mochtar Apin.
    Kubisme
c. Aliran Non Representatif
Merupakan suatu bentuk yang sulit untuk dikenal karena sudah meninggalkan bentuk aslinya, lebih menekankan unsur formal, struktur unsur rupa dan prinsip estetik. Pelukis yang termasuk aliran ini adalah Amry Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar dan Sadali.

B. Tema Seni Rupa Murni
Tema di dalam pembuatan karya seni rupa murni adalah :
a. Hubungan antara manusia dengan dirinya, yaitu untuk mengungkapkan cita rasa keindahan, manusia mewujudkannya lewat media ekspresi, misalnya menggunakan potret dirinya sendiri sebagai objek lukisannya.
Potret diri karya Affandi

b. Hubungan antara manusia dengan manusia lain, yaitu pelukis mengekspresikan cita rasa keindahan menggunakan objek orang lain.


c. Hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya, yaitu pelukis mengungkapkan cita rasa dengan alam sekitar sebagai objek.

d. Hubungan manusia dengan benda, yaitu pelukis menjadikan benda benda sebagai objek lukisannya.

e. Hubungan antara manusia dengan aktifitasnya. Aktifitas manusia dalam kehidupan sehari hari yang dijadikan objek oleh pelukis dalam karya seninya, misalnya :

  • Kegiatan menari
  • Kesibukan jual beli di pasar
  • Kesibukan panen padi di sawah
f. Hubungan antara manusia dengan alam khayal, yaitu pelukis mewujudkan ide, imajinasi atau khayalan ke dalam karya seni rupa.

C. Alat dan Bahan Berkarya Seni Rupa
Alat, bahan dan media yang digunakan berkarya seni lukis sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan.
1. Pensil
Jenis pensil dibedakan berdasarkan kekerasan atau kehitaman karbonnya dengan menggunakan kode huruf H dan B.
Kode B menandakan jenis pensil lunak dan hitam yang terdiri dari kode B, 2B, 3B sampai 6B.
Kode H menandakan jenis pensil keras yang terdiri dari kode H, 2H, 3H sampai 6H.
Pensil

2. Pensil Arang (Contee)
Terbuat dari arang halus, sifatnya hitam pekat dan agak sulit dihapus.
Pensil Arang

3. Pastel dan Krayon
Pastel terbuat dari bahan kapur dan pengikat cair serta transparan untuk mengikat pigmen dengan kapur. Pastel memiliki warna warni yang lembut. Krayon terbuat dari bahan kaoin dengan tepung warna sehingga warnanya mengkilat dan keras. Krayon mengandung lilin, warna yang dihasilkan mengkilap dan sedikit berminyak. 
Krayon

4. Pena/Pulpen
Merupakan alat gambar yang digunakan untuk media tinta.
Pena/pulpen

5. Tinta Bak
Disebut tinta cina, warnanya hitam pekat dan tidak luntur bila terkena air. Ada yang berbentuk cairan dan berbentuk balok balok kecil.
Tinta Bak

6. Cat Pewarna
Ada 2 cat pewarna yaitu :
a. Cat Air
Jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat.
Cat Air

b. Cat Minyak
Jenis cat ini biasa digunakan untuk melukis di atas kanvas. Sifatnya tidak mudah kering dan warnanya tahan lama.
Cat Minyak

7. Kuas
Merupakan alat yang digunakan untuk menguas/mengecat ke media lukis. Pemilihan kuas bergantung dari goresan yang akan kita inginkan. Jenis kuas yang pipih dan berujung lurus datar dipakai untuk bahan cat minyak. Kuas dengan bulu berbentuk bulat dan berujung runcing dipakai untuk bahan cat air. 
Kuas

8. Pisau Palet
Pisau palet terbuat dari aluminium tipis, fungsinya adalah untuk mencampur cat. Selain itu, pisau palet juga berfungsi seperti layaknya kuas untuk membuat efek efek goresan pada media lukis. Bentuk dan ukurannya ada berbagai jenis, ada yang runcing, lebat dan bulat.
Pisau Palet

9. Palet 
Merupakan media yang digunakan untuk tempat mencampur cat. Media seperti cat air, palet yang dipakai adalah yang ada lengkungan tempat air. Bentuk palet cat minyak datar, ditambahkan lubang untuk pegangan.
Palet


D. Jenis Lukisan Berdasarkan Teknik dan Bahan yang Digunakan
Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain :
1. Mozaik 
Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna warni pada dinding atau lain sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang dapat digunakan antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas atau dapat pula batu yang berwarna warni. Mozaik yang memakai potongan potongan kayu sebagai bahan lukisannya disebu intersia.  
Mozaik

2. Lukisan Kaca 
Merupakan teknik lukisan kaca yang meggunakan kaca, timah, kuningan dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan. Teknik lukisan ini pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur.Sedangkan di Indonesia, lukisan kaca ini awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat.
Lukisan Kaca

3. Lukisan Cat Minyak (Plakat) 
Menggunakan media kanvas, cat yang digunakan biasanya dikemas dalam bentuk tube timah dalam bentuk pasta sehingga mudah digunakan. Dalam pemakaiannya, car terlebih dahulu dicampur dengan lijn-olie. 
Lukisan Cat Minyak

4. Lukisan Cat Air (Aquarel)
Teknik Aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis sehingga hasilnya transparan, media yang digunakan adalah kertas.  
Lukisan Cat Air

5. Lukisan Acrylic
Lukisan jenis acrylic adalah lukisan dengan bahan yang disebut acrylic, yang menghasilkan warna warna cerah dan menyala. Lukisan jenis ini sering digunakan untuk berbagai eksperimen seperti sepatu, tas, dsb.
Lukisan Acrylic

6. Lukisan Batik
Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin inilah yang membentuk titik garis bidang ataupun ruang sebelum jadi sebuah gambar dan hasil akhir dicelup ke larutan pewarna.
Lukisan Batik


E. Teknik Berkarya Seni Melukis
Proses atau langkah dalam melukis, yaitu :
1. Memunculkan Gagasan
Untuk memunculkan gagasan kreatif, bisa didapatkan dari apa yang kita lihat dari sekeliling kita, misalnya dengan :
  • Megembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain
  • Melihat objek secara langsung, misalnya pasar, pantai, atau pegunungan
  • Melihat dari buku, majalah atau internet serta dokumen lain tentang lukisan
  • Mengunjungi museum atau kegiatan seni lukis di sekitar
2. Membuat Sketsa
Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita ungkapkan.
Sketsa

3. Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)
Media dan alat yang dapat digunakan dalam melukis antara lain :
  • Menggunakan kertas seperti kertas karton, manila, padalarang atau hanya kertas hvs
  • Menggunakan media yang lebar seperti tembok. dinding, atau papan
  • Menggunakan media alternatif seperti kaca, cangkang telur atau permukaan benda pakai/kerajinan
  • Menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, crayon atau pastel
4. Menentukan Teknik
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, antara lain :
  • Teknik aquarel (warna transparan)
  • Teknik plakat (warna tebal)
  • Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari, kuas atau palet
  • Teknik tebal dan bertekstur (bertekstur warna)
  • Teknik timbul (mozaik)
5. Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan
Menyempurnakan/menyelesaikan lukisan sketsa yang telah dibuat yaitu dengan :
a. Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif)
b. Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran (spot light), penegasan dan penentuan gelap terang 

Bab 2 :   Seni Patung
A. Pengertian dan Fungsi Patung
Patung diartikan juga sebagai plastic art atau seni plastik karena patung identik dengan sebuah cipta karya manusia yang meniru bentuk dan memiliki keindahan (estetik). Patung bersifat 3 dimensi atau benda yang bervolume artinya bisa dilihat dari berbagai arah.
Secara umum berdasarkan fungsinya seni patung dibedakan 6 macam :
  1. Patung religi. Tujuannya pembuatannya adalah untuk sarana beribadah dan bermakna religius. 
    Patung Religi Bunda Maria
  2. Patung monumen. Patung ini dibuat untuk memperingati atau mengenang peristiwa atau kejadian yang bersejarah atau jasa seorang pahlawan besar dalam sebuah bangsa atau kelompok. 
    Patung Soekarno Hatta (Tangerang)
  3. Patung arsitektur. Merupakan patung yang bernilai estetika dan berfungsi dalam konstruksi bangunan. 
    Patung Arsitektur
  4. Patung dekorasi. Patung ini digunakan untuk menghias bangunan atau lingkungan taman baik taman rumah maupun taman bermain.
    Patung Dekorasi
  5. Patung seni. Merupakan karya seni murni untuk estetika yang hanya dinikmati keindahan bentuknya. 
    Patung Seni di Galeri Nasional
  6. Patung kerajinan. Merupakan hasil dari para pengrajin yang dibuat untuk konsumerisme.
    Patung Kerajinan
B. Bentuk dan Jenis Patung
Dilihat dari perwujudan atau bentuknya patung dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
    1. Patung figuratif/realis
        Adalah patung yang merupakan tiruan dari bentuk alam (manusia,hewan,tumbuhan).
Patung Figuratif
    2. Patung nonfiguratif/imajinatif
        Adalah patung yang secara umum sudah terlepas dari bentuk tiruan alam dan bentuknya abstrak.
Patung Non Figuratif


C. Alat dan Bahan Seni Patung
1. Bahan
Bahan seni patung dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a. Bahan lunak. Adalah material yang empuk dan mudah dibentuk misalnya : tanah liat, lilin, sabun, plastisin, dll. 



Plastisin
b. Bahan sedang. Artinya bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru, kayu sengon, kayu randu dan kayu mahoni.
c. Bahan keras. Dapat berupa kayu atau batu batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin, batu padas, batu granit, batu andesit dan batu pualam (marmer).
d. Bahan cor/cetak. Bahan yang dipakai untuk proses ini antara lain semen, pasir, gips, logam, timah perak dan emas, juga beberapa bahan kimia seperti fiber atau resin.
e. Bahan bahan lain yang ada di sekitar atau benda bekas lainnya, misalnya kertas.

2. Alat 
Alat alat yang digunakan antara lain :
a. Butsir adalah alat bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
b. Meja putar adalah meja yang penggunaannya dengan cara diputar. Fungsinya adalah untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk patung dari berbagai arah.
c. Pahat adalah alat untuk memahat, mengurangi atau membentuk bahan batu atau kayu.
d. Palu digunakan untuk memukul.
e. Tang digunakan untuk mengencangkan ikatan kawat atau untuk memotong ikatan kawat.
Tang

f. Sendok adukan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada kerangka batu.

D. Teknik Berkarya Seni Patung
Terdapat beberapa teknik dalam pembuatan seni patung, yaitu :
  1. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat yang digunakan yaitu palu dan pahat.
  2. Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat. Alat yang digunakan adalah sudip.
  3. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan. Adonannya berupa semen, gips, dsb sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Alat yang digunakan adalah cetakan.
  4. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam atau besi.
  5. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.
  6. Teknik assembling (merakit), yaitu membuat sebuah komposisi dari bermacam macam material seperti benda/found objek, kertas, kayu dan tekstil.
E. Langkah langkah dalam Berkarya Seni Patung 
1. Membuat Patung dari Bahan Lunak
Dalam membuat patung dari bahan lunak menggunakan teknik pijat (membentuk), langkah langkah pengerjaannya sebagai berikut :
  • Buatlah sketsa patung sesuai kemampuan kalian masing masing. Sumber inspirasi dapat diperoleh dari majalah, internet atau ide sendiri.
  • Siapkan bahan dan alat antara lain tanah liat, butsir, air dan meja putar.
  • Letakkan tanah liat di atas meja, putar sedikit demi sedikit sambil membuat bentuk global/kasar.
  • Pijat pijat bentuk global tersebut dengan tangan sambil dibasahi dengan air sedikit demi sedikit sehingga terbentuk patung seperti yang diinginkan dalam sketsa.
  • Haluskan dan sempurnakan dengan bantuan butsir sehingga bentuk patung menjadi lebih detail.
2. Membuat Patung dari Bahan Kertas 
Dalam membuat patung dari bahan keras menggunakan teknik memahat/mengukir, langkah langkahnya sebagai berikut :
  • Buatlah model patung dari gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada di majalah atau dari koran.
  • Siapkan balok kayu sesuai ukuran yang diinginkan sesuaikan dengan rencana. Setelah itu, pindahkan gambar pola di atas permukaan balok kayu.
  • Lakukan pemotongan dengan gergaji untuk mengurangi ukuran balok kayu apabila masih terlalu besar. Lakukan pembentukan sedikit demi sedikit dengan alat (pahat) hingga mendekati bentuk global.
  • Buatlah bentuk global yang lebih detail, bandingkan dengan gambar rencana.
  • Lanjutkan dengan membuat yang lebih detail/sempurna dan haluskan dengan amplas.
  • Lakukan finishing dengan cat melamin/akrilik.  


 
  
 
 

Senin, 13 Februari 2017

Materi Prakarya kelas 9 semester 1 dan 2

Bab 1 :KERAJINAN FUNGSI HIASA. Prinsip Kerajinan Fungsi HiasKerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan)serta memiliki nilai keindahan. Produk kerajinan dibuat tentunya memiliki tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan dibuat untuk berbagai tujuan.
Di bawahini diuraikan berbagai tujuan dari produk kerajinan.
a. Sebagai penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu.
b. Sebagai benda dipakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.
c. Sebagai kebutuhan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
d. Sebagai kebutuhan simbolik, kerajinan tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual.
e. Sebagai kebutuhan konstruktif, kerajinan selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
1. Keunikan Bahan Kerajinan Fungsi Hias
Sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tersedia sangat berlimpah. Setiap permukaan bumimemiliki ciri sumber daya alam yang berbeda satu sama lainnya. Seperti laut, sumber daya alam yang dihasilkan bebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, tumbuhan laut, dan sebagainya. Daratan Indonesia memiliki kekayaan alam di antaranya kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhan (serat), dan masih banyak lagi.Bahan dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan sudah dipelajari di kelas sebelumnya, yaitu dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.Semua bahan dapat diperoleh dari alam maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahanlimbah yang ada di lingkungan sekitar. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual. Adapun bahan-bahan yang dimaksud tadi dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Bahan Alam
Bahan alam adalah sesuatu yang terdapat di alam semesta. Bahan alam merupakan ciptaan Tuhan yang tersebar di bumi, baikdi darat, di bawah tanah,maupun di bawahlaut. Bahan alam yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya: tanah liat, serat, batu, kayu, bambu, rotan, kulit, logam, batu.Adapun keunikan dari bahan alam tersebut adalah tanah liat memiliki tekstur halus dan elastis. Serat batang pisang memiliki tekstur kasar dan berwana cokelat bergradasi. Kayu bersifat keras dan memiliki warna. Bambu dan rotan memiliki sifat lentur dan kuat. Kulit memiliki tesktur permukaan kulit hewan yang menarik dengan menampilkan warna-warna alaminya. Logam emas, perak atau perunggu memiliki kesan mewah dan kuat. Batu memiliki beraneka warna yang menenangkan.
b. Bahan Buatan
Bahan buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dengan menggunakan bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam, untuk mendapatkan efek duplikasi bahan alam. Bahan buatan yang dapat dihasilkan untuk produk kerajinan di antaranya lilin, gips, fiberglass, sabun.Keunikan dari bahan buatan tersebut adalah lilin memiliki tekstur lembut. Gips mudah dibuat teksturketika dibuat sebagai karya, baik tektur kasar maupun halus. fiberglass bersifat kuat. Sabun memiliki sifat mengharumkan dan lunak.
c. Bahan Limbah Organik
Bahan limbah organik merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Limbahorganik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.Bahan yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya kulit jagung, kertas/kardus, jerami, sisik ikan, cangkang kerang, tempurung kelapa.Keunikan dari bahan limbah organik adalah, sisik ikan memiliki warna yang berkilau. Kerang memilikikesan kuat. Jerami memiliki kesan alami. Kulit jagung memiliki tektur kasar dan berwarna kuning muda alami. Tempurung kelapa bertektur kasar tetapi dapat pula dibuat tektur halus, memiliki sifat kuat dan keras. Kertas memiliki sifat mudah sobek, tetapi kuat jika dicampur dengan lem. Kardus memiliki warna cokelat yang khas.
d. Bahan Limbah Anorganik
Bahan limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik yang dapat digunakan sebagai produk kerajinan di antaranya: karet ban, plastik, kaleng, stereofome, kaca, logam besi/baja, pecahan keramik.Keunikan bahan limbah anorganik adalah karet ban memiliki sifat lentur. Plastik memiliki wujud yang transparan dan mengkilap. Kaleng memiliki tekstur kasar dan kuat. Stereofome memiliki bentuk yang lunak dan mudah dibentuk. Kaca memiliki besi/bajamemiliki kesan kuat dan kekar. Pecahan keramik memiliki sifat keras dan tidak beraturan, tetapi daya kilapnya dapat menimbulkan efek lain saat dibuat hiasan mozaik.Kerajinan Hasil Modifikasi Kombinasi Bahan Atau Teknik
B. Kemasan Produk Kerajinan FungsiHias
Dalam pembuatan karya kerajinan sebelumnya, kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya. Saat ini, kemasan sebuah produk turut menentukanapakah produk tersebut layak dikatakan berkualitas atau tidak. Bentuk kemasan sangat membantu produsen mengenalkan produk. Bentuk kemasan sangat membantu perajin atau produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Hanya dalam beberapa detik saja sebuah kemasan dapatmengubah cara pikir seseorang untuk memiliki ketertarikan tinggi terhadap sebuah produk. Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki 4 fungsi utama, yaitu menjual produk, melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, dan memperindah penampilan produk. Keempat fungsi ini penting diperhatikan agar menarik dalam meningkatkan daya jual produk. Kemasan sebagai pelengkap karya dengan tujuan karya dapat terlihat lebih menarik. Bahan dasar dari kemasan itu sendiri sangat bervariasi, seperti logam, plastik, kayu, serat alam, kardus, kaca, mika. Pilihan bahan kemasan harus disesuaikan dengan jenis produk kerajinan yang akan dikemas. Penting untuk dipahami bahwa karya yang diperuntukkan dijual, kemasan harus lebih berguna untuk melindungi keamanan karya dari kerusakan. Jika untuk dipamerkan, kemasan lebih berfungsi sebagai penunjang karya utama.
C. Modifikasi Produk Kerajinan Fungsi Hias
Modifikasi adalah merubah, menggayakan, menambah/menyederhanakan bentuk, memadukananeka bahan, mengatur ulang komposisi warna, motif, dan menciptakan karya baru yang sangat berbeda dari asalnya.
1. Kerajinan Hasil Modifikasi Kombinasi Bahan AtauTeknikMisalnya, limbah kerang dipadukan dengan bahan alamlainnya, bahan buatan lilin dengan limbah anorganik seperti plastik atau kaleng. Karya modifikasi dapat dipadukan dengan beberapa bahan atau beberapa teknik, yang terpenting adalahkedua bahan atau teknik yang dipadukan merupakan kegiatan menghias sebuah benda agar tampil lebih menarik dari sebelumnya. Setiap daerah memiliki keunggulan kreativitas dalam memodifikasi kerajinan khas daerah setempat.
2.Kerajinan Modifikasi Hasil Penyederhanaan dan PenggayaanPara perajin yang biasa berkarya dengan satu jenis model karya, ia akan menemukan rasa jenuh, apalagi jika peminat semakin berkurang. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkreasikan karya dengan modifikasi, baik dengan menyederhanakan atau menggayakan bentuk, teknik, atau dekorasinyaagar terlihat sedikit berbeda. Penyederhanaan bentuk dapat menghasilkan karya yang unik dan berbeda dengan aslinya. Menggayakan bentuk seolaholah ada peningkatan kreativitas dalam karya, meskipun yang diubah hanya sebagian kecil saja.
3. Kemasan Produk Kerajinan Fungsi Hias ModifikasiKemasan merupakan sentuhan akhir dari sebuah proses. Pada karya modifikasi kerajinan dari bahan limbah organik, hal yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari karya. Tidak semua karya kerajinan dapat dibuat kemasan. Terkadang karena ukurannya sangat besar karya tidak bisa dibuat kemasan. Oleh sebab itu, kemasan dapat dilakukanpada karya-karya yang berukuran kecil hingga sedang, yang mudah dibawa. Tetaplah mengikuti prinsip bahwa semua bergantung pada cocok tidaknya sebuah produk pada kemasannya. Perlu diingat keempat fungsi kemasan yang telah dibahas pada bagian terdahulu. Prinsip desain berkelanjutan tetap terus menjadi prioritas, meskipun yang dibuat adalah kemasan, perlu dipikirkan agar kemasan tidak langsung dibuang, tetapi dapat digunakan untuk fungsi lain oleh konsumen. Dengan demikian, penting untuk memikirkan bentuk kemasan yang manarik untuk dibuat.
Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi Dari Bahan IKan Dan Daging Menjadi Makanan

Mengukus,menggiling,merebus,   manggang,goreng,
Bentuk ungkapan syukur kepada tuhan atas adanya bahan setengah jadi berbahan ikan dan daging
-Berdoa,bersyukur karena di beri pengetahuan untuk mengetahui adanya berbagai olahan hasil ikan dan daging
-Memanfaatkan hasil olahan dengan baik Bentuk ungkapan rasa bangga kepada tanah air atas adanya bahan setengah jadi berbahan ikan dan daging :
-Menggunakan produk sesuai dengan kebutuhan-Mempromosikan hasil olahan yang aman dan sehat
-Mengembangkan hasil olahan pangan
-Ikut menjaga kualitas hasil olahan.
Mengidentifikasi dapat diartikan dengan mencaritahu, mencocokkan, mengelompokkan, menganalisis.Diversifikasi ikan dan dagingyaitu pengolahan satu jenis produk ikan dan daging menjadi bervariasi.
Tujuan diversifikasiyaitu : untuk meningkatkan minat konsumsi,dan untuk memperpanjang masa penyimpanan ikan dan daging. Contohnya :-Lele menjadi :lele asap,krispi lele, dendengtulang ikanlele
-Daging sapi :dendeng,kornet,rendangProduk pengangan dari bahan ikan dan daging setengah jadiadalah produk yang sudah mengalami pengolahan secara sederhana dan modern dengan tujuan dapat di simpan dalam waktu yang lama.
Pengawetan sederhana:perubahan bentuk, penggaraman, pengeringan, pengasapan, pembekuan
Pengawetan modern:perubahan bentuk,pengalengan.Perubahan bentuk: fillet dan surimi
Fillet:pemisahan daging/isi dari kepala,tulang,sisik,sirip,dan atau kulit Fillet  biasanya dibuat untuk tujuan menjadi pengolahan lain,misalnya : pempek,bakso,steak ikan,dll
Surimiberasal dari jepang yang telah diterima internasional,yaitu hancur daging ikan yang telah mengalami berbagai proses untuk pengawetan.Surimi mengandung protein yang tinggi.Surimi dapat diolah menjadi berbagai macam makanan,
misalnya : nugget,donatikan,sosis,dll.MetodePengolahan untuk Penganan daging dan ikan adalah:
-Giling-Panggang-Bakar-Goreng-Sangrai-Rebus-Ngukus

Materi Bahasa Inggris kelas 9 Semester 1 dan 2

Chapter 1 :  Congratulations!
I will learn :
*.To express hopes and wishes to others and conratulate others for their fortune and achievement, in order to keep goodpersonal relationship with them.
Example :
Teacher   : The winner of the story telling competition in the class is Lina.Congratulations Lina!
Students  :Congratulations Lina!
Lina        : Thank you Mam, thank you everybody

Chapter 2 :  Let's Start Our Wall Magazine!
I will learn to use the right words and expressions :
*.To state rules
*.To give suggestions to do and not to dosomething
*.To invite someone to do and not to do something
*.To say to agree or disagree with rules, suggestions and invitations
*.To keep good interpersonal relationship
Expressing of agreement :
1.I agree with you
2.I agree
3.You are right
4.That's right
5.That's true
6.It's true
7.Absolutely
8.Definitely
9.No doubt about it
10.That's exactly
11.That's exactly just what i was thinking
12.I feel the same was
13.That's exactly what i think
14.My feeling exactly
15.You took the words right out of my mouth
16.I suppose you are right
17.I suppose that's right
18.That maybe true
19.That might be true
20.You maybe right
21.You might be right
22.You have a point there
23.I see your point
24.I'm afraid you are right
25.I'm afraid i have agree
26.I hate to admitt but it's true
27.I hate to say it but it's true
28.I hate to admitt it but you are right
29.I hate to say it but you are right
Expressing disagreement :
1.I disagree
2.I don't agree
3.I can't agree
4.I don't think so
5.I'm not sure about it
6.I'm not sure if i agree with you about that
7.I wouldn't same that
8.I wouldn't go as far as these
9.I wouldn't go so far as to say that
10.I wish i could agree with you but....
11.I hate to disagree with you but....
12.I don't mean to disagree with you but....
13.I don't want to argue with you about that but....
14.I don't want to get in to an arguement with you but....
Giving a suggestion :
1.May i suggest....?
2.You may/might like to....?
3.Have you considered/thought of....?4.Would you care to....?
5.Why don't we/you....?
6.Why not....?
7.How about....?
8.What about....?
9.Let's/let me....?
10.Shall we....?
11.I'll tell you what. We'll....
12.I propose that....
13.I propose this change....
14.I'd like to suggest that....
15.Why don't you....?
16.I have an idea

Chapter 3 :  What Should I Do That For? I will learn :*.To tell or ask others to do and not to do something*.To state the purpose or intention to do it- To do and not to do- Purpose/intention to do something :
> So that + S> In order to + Be> To + be
Example :
*.We must study hardso thatwe can be smart
*.We must study hardin order to besmart
*.We must study hardto besmart

Chapter 4 :  We Have Been To An Orphan Home.
We Went There Last Sunday I will learn :*.To share the information with others*.To report the past happening to others*.To give an explanationPresent Perfect Continuous Tense :>>S + have/has + been + present participle/V-ing
Example:
1. She's been an orphan for eight years>She has been anorphanfor eight years S Has  V3

TEKS

1.) Descriptive Text
Descriptive text is a text which says what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place or thing.
Struktur Descriptive Text (generic structure) adalah :
1. Identification (identifikasi) adalah pendahuluan , berupa gambaran umum tentang suatu topik.
2.Description (deskripsi) adalah berisi ciri-ciri khusus yang dimiliki benda, tempat, atau orang yangdideskripsikan.
Ciri-ciri Descriptive Text :- Menggunakan simple present tense- Menggunakan attribute verb, seperti be (am, is, are)- Hanya fokus pada satu objek tersebut.Example of Descriptive Text about my motherMy MotherI think that my mother is a beautiful person. She is not tall but not short, and she has curly hair and brown. Her eyes color are likehoney and her color skin color light brown, and she has a beautiful smile. Her weight likes 120 lbs.She is a very kind person. She is very lovely,friendly, patient, and she loves to help people. I love my mom, because she is a good example to me. She loves being in theChurch, and she loves sing and dance too.She is a very good child, wife and mother. She always takes care of her family. She likes her house to be clean and organized. She a very organized person, and all things in the house are in the right place. She doesn’t like messes.She always has a smile on her face. She is so sweet and lovely. I like when I am going to sleep or went I wake up or when I am going to go to some places, she always give me a kiss, and when the family have a problem she always be with us to helps us and to give us all her love.
2.) Narrative Text
Narrative text is an imaginative story to entertain people (teks narasi adalah cerita imaginatif yang bertujuan menghibur orang).The purpose of narrative textThe Purpose of Narrative Text is to amuse or to entertain the reader with a story.
Generic Structures of Narrative Text
1) OrientationSets the scene: where and when the story happened and introduces the participants of the story: who and what is involved in thestory.
2) ComplicationTells the beginning of the problems which leads to the crisis (climax) of the main participants.
3) ResolutionThe problem (the crisis) is resolved, either in a happy ending or in a sad (tragic) ending
4) Re-orientationThis is a closing remark to the story and it is optional. It consists  of  a  moral  lesson,  advice  or  teaching  from  the writerExample of Narrative Text in the sory Rabbitand BearRABBIT AND BEAROnce upon a time, there lived a bear and a rabbit. The rabbit was agood shot. On the contrary, the bear was always clumsy and could not use the arrow to shoot.One day, the bear called over the rabbit andasked the rabbit to take his bow and arrows. Because he was afraid to arouse the bear's anger,  he did not refuse the challenge. He went with the bear and shot buffaloes. He shot and killed so many that there were lots of meats left after.However the bear did not make the rabbit get any of the meat. Even he could not taste it. The poor rabbit went home hungrilyafter a day of hard work.Fortunately, theyoungest childof the bear was very kind to the rabbit. His mother bearalways gave him anextra largepiece of meat but he did not eat it all. He took someoutside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked the ball of meat toward the rabbit's house. The meat flew into the rabbit's house. In this way, the hungry rabbit got his meal.
3.) Report text
Report text is to report somethingThe purpose of report:is to describe and classify information. reports have a logical sequence of facts that are stated without any personal informal from the writer.
general structure
1) General Clasification : statements that describe the common subject of the report,common description, and classification.
2) Description : Tells what the phenomenonunder discussion; in terms of parts, qualities, habits or behaviors; This section gives us an overview of commonly occurring phenomenon, either of its parts, its properties, habit, or behavior. The point is, presenting elaboration of scientific classification.
structure :
1. opening statement
2. serious of fact
3. diagrams, fotographs, ilustrations, and maps
4. report don't have an ending
language :
1. noun and noun phrase
2. tenses present tense
3. technical term
4. linking verb
5. action verb
6. factual description
Example of report textMANGROVE TREEA mangrove is a tropical marine tree. Mangroves have special aerial roots and salt-filtering tap roots which enable them tothrive in brackish water. Brackish water is salty but not as salty as sea water. Mangrove trees are commonly planted and found in coastal areas. Mangroves can serve as walls of protection fornatural disasterin coastal area liketsunami. According toBBC News, healthy mangroveforests had helpedsave livesin the Asia disaster tsunami and people tended to respect these natural barriers even more, especiallyafter the tsunami.There are several species of mangrove treefound all over the world. Some prefer more salinity, while others like to be very-close toa largefresh watersource such as river. Some prefer areas that are sheltered from waves. Some species have their roots covered with sea water every day during high tide. Other species grow on dry land but are still part of the ecosystem.The Times of Indiareported that rare species of mangrove had been found and was also known as the looking-glass tree, probably because the leaves are silver-coated.Mangroves need to keep their trunk and leave above the surface of the water. Yet they also need to be firmly attached to the ground so they are not moved by waves.Any part of root that appears above the water flows oxygen to the plant under watersurface. as the soil begin to build up, these roots procedure additional roots that become embedded in the soil.
4.) Recount Text
A recount tells about something that happened in the past.Its purpose is either to inform or to entertain the audience. There is no complication among the participants and that differentiates from narrative
Recounts can be :
•factual, such as anews story
• procedural, such as telling someone how you built something
• personal, such as afamily holidayor your opinion on a subject.
Generic Structure of Recount
1. Orientation: Introducing the participants, place and time
2. Events: Describing series of event that happened in the past
3. Reorientation: It is optional. Stating personal comment of the writer to the story.Language Feature of Recount
• Introducing personal participant; I, my group, etc
• Using chronological connection; then, first, et
c• Usinglinking verb; was, were, saw, heard, etc
• Using action verb; look, go, change, etc
• Using simple past tense.
Example of Recount
My Holiday was FantasticLast summer I got a fantastic holiday. I visited some great places.I went to an airport and was going to fly to Cleveland. I was spending there two days. I liked to see some ClevelandCavaliers basketballmatches.Then I went to Hollywood. Hollywood is a famous district inLos Angeles, California, United States. It had become world-famousas the center of the film industry. Four major film companies – Paramount, WarnerBros., RKO and Columbia – had studios in Hollywood. I did not want to leave but I hadto.After that, I went toNew York city. I visited theStatue of Liberty. I went from the bottom of Manhattan to the top of the crown. That was very amazing.The places made me feel at home but I have to go home. Next time I would return to them.5.) procedure TextProcedure text is a text that is designed to describe how something is achieved through a sequence of actions or steps. It explains how people perform differentprocessesin a sequence of steps. This text uses simple present tense, often imperativesentences. It also uses the temporal conjunction such as first, second, then, next, finally, etc.
The genericstructures of procedure text are :
1. Goal/ aim :Tujuan dari teks (bisa berupa judul)*.Dari teks diatas kita sudah tahu tujuannya yaitu 'How to Make a Pencil Box'.
2. Materials :Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat benda/ sesuatu.*.Kita bisa menemukan bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk membuat pencil box. Bahan-bahannya antara lain :an empty bottle of mineral water, a sharpcutter, a piece of white or colorful paper, some paint and some glue.3. Steps :Tata urutan/ cara dalam membuat sesuatu dalam teks procedure.*.Dalam langkah-langkah pembuatan biasanya menggunakan kata sambung/ conjunction seperti first, then, after, finally. Dari teks diatas Steps/ langkah-langkahnya diawali dengan kata sambungfirsthingga yang terakhir dengan finally.
language feature
1.Menggunakan the simple present tense [imperative]
2.Menggunakan temporal conjunction [first,second, then, next, finally,etc]
3.Menggunakan action verbs [ stir, add, pour, boil, etc]
Example of procedure text
HOW TO MAKE A LEMON TEA
Materials:·A glass of tea·Two spoonfuls of sugar·Ice cubes·A slice of lemon teaSteps:·Make the tea a bit strong because when you add the lemon it will get thinner.·After the tea is ready, squeeze the lemon according to your own taste.·Add some ice cubes, and your iced-lemon tea is ready.